Sumatera Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki banyak sekali kesenian, termasuk alat musik. Sejak dahulu, masyarakat Minangkabau sudah dikenal dengan musisi handal yang karnyanya tidak perlu diragukan lagi.
Alat musik dari Sumatera Barat memperoleh pengaruh dari Budaya Melayu. Meski sudah berusia ratusan tahun, namun keberadaan alat musik melayu masih terjaga sampai saat ini.
Alat Musik Tradisional Sumatera Barat
Alat musik Sumatera Barat memiliki berbagai macam jenis, mulai dari yang digesek, dipukul, hingga ditup. Oleh sebab itu, simak artikel berikut ini tentang alat musik tradisional Sumatera Barat dan cara memainkannya!
1. Saluang

Saluang adalah alat musik tradisional Sumatera Barat yang telah menjadi simbol ikonik khas Minangkabau. Dalam memainkannya, musisi meniup bagian lubangnya dengan jari-jari tangan untuk menghasilkan nadanya yang indah.
Alat musik Saluang ini terbuat dari bambu pilihan dengan diameter sekitar 2-3 cm dan panjang 70-90 cm. Kehadirannya melengkapi berbagai kesempatan, baik acara resmi maupun hiburan, seperti upacara adat, pertunjukan seni, dan acara masyarakat lainnya.
Saluang dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu diantaranya adalah Saluang Sirompak, Saluang Pauah, dan Saluang Darek.
Nama | Saluang |
Cara Memainkan | Ditiup |
Bahan Dasar | Bambu |
Digunakan Dalam | Acara Adat, Pertunjukan seni, dan Acara masyarakat |
2. Talempong

Nama alat musik tradisional Sumatera Barat berikutnya adalah Talempong. Cara memainkannya cukup sederhana, yaitu dengan memukul poros cembung di bagian tengah dan mengikuti rima dan irama musik dari instrumen lainnya.
Alat musik ini biasa digunakan dalam beberapa pertunjukan seni tari tradisional, seperti Tari Pasambahan, Tari Indang, Tari Piring, dan lain-lain.
Talempong mirip hampir mirip dengan bonang dalam Gamelan Jawa dan terbuat dari berbagai bahan material, seperti kuningan, kayu, dan batu.
Nama | Talempong |
Cara Memainkan | Dipukul |
Bahan Dasar | Kuningan, Logam dan Besi |
Digunakan Dalam | Seni tradisional (Tari Pasambahan, Tari Indang, Tari Piring) |
3. Sampelong

Aalat musik tradisional Sumatera Barat selanjutnya yaitu Sampelong. Alat musik ini termasuk golongan Aerofoan yang dimainkan dengan cara ditiup.
Dahulu alat musik sampelong sering digunakan dalam acara keagamaan dari lagu-lagu Budha oleh sebab itu, alat musik ini memiliki nuansa “China” yang cukup terasa.
Nama | Sampelong |
Cara Memainkan | Ditiup |
Bahan Dasar | Bambu / Kayu |
Digunakan Dalam | Keagamaan |
Baca Juga: 13 Alat Musik Tradisional Sumatera Selatan Terbaru
4. Saluang Pauh

Alat musik tradisional Sumatera Barat berikutnya yaitu Saluang Pauh. Alat musik ini sebenarnya tidak bedah jauh dari alat musik Saluang.
Saluang Pauh sering dimainkan dalam berbagai momen bahagia, seperti Baralek, Alek Pemuda, Batagak Penghulu, hingga perayaan Tahun Baru.
Nama | Saluang Pauh |
Cara Memainkan | Ditiup |
Bahan Dasar | Kayu, Bambu |
Digunakan Dalam | Perayaan tahun baru, Baralek, Alek Pemuda |
5. Dulang

Dulang atau yang dikenal dengan nama Talam merupakan alat musik tradisional Sumatera Barat yang dulunya berfungsi sebagai wadah atau tempat makanan yang terbuat dari tembaga.
Namu sekarang Dulang juga sering digunakan untuk berdakwah dan mengingat Tuhan. Alat ini kerap dimainkan dalam acara-acara seperti pernikahan atau perayaan hari besar Islam.
Nama | Dualng / Talam |
Cara Memainkan | Dipukul |
Bahan Dasar | Kuningan dan Besi |
Digunakan Dalam | Pernikahan atau Hari besar islam |
Baca Juga: 20 Alat Musik Tradisional Sumatera Utara Terbaru
6. Tansa
Alat musik tradisional berikutnya dari Sumatera Barat adalah Tansa. Alat musik tansa ini memiliki bentuk menyerupai kuali atau bejana dengan diameter kurang lebih 14 inci.
Tansa terbuat dari bahan dasar aluminium dengan lapisan tipis kulit yang melapisi permukaannya. Dulunya alat musik tansa terbuat dari kulit kijang, namun untuk melindungi hewan ini, kemudian diganti menggunakan mika atau drum head.
Nama | Tansa |
Cara Memainkan | Dipukul |
Bahan Dasar | Almunium, Kulit Hewan |
Digunakan Dalam | Acara Adat dan Seni Tradisional |
7. Tambua

Contoh alat musik Tradisional Sumatera Barat selanjutnya yaitu Tambua. Tambua memiliki tampilan yang mirip dengan gendang atau gong. Alat musik Tambua umumnya dimainkan oleh sekelompok orang bersama dengan alat musik lain seperti Talempong, Pupuik Tanduak, Sarunai, dan Pupuik Batang Padi.
Alat musik ini juga sering dimainkan dalam berbagai acara seperti gotong royong, alek nagari, perayaan pernikahan, dan acara lainnya.
Nama | Tambua |
Cara Memainkan | Dipukul |
Bahan Dasar | Kayu dan Kulit Hewan |
Digunakan Dalam | Pernikahan, Alek Nagari |
8. Gajeuma

Gajeuma atau Kateuba ialah salah satu alat musik tradisional dari Mentawai di Sumatera Barat. Alat musik ini terbuat dari kayu dan Bate (kulit biawak). Dengan bentuk yang khas menyerupai kentongan dan mirip gendang tetapi dengan diameter yang lebih kecil dan ukuran lebih panjang.
Penggunaan Gajeuma melibatkan pemukulan untuk menghasilkan suara, dan peran utamanya adalah menyelaraskan irama dan ritme dalam musik. Untuk menciptakan variasi dalam ritme, seringkali digunakan beberapa jenis Gajeuma sekaligus.
Nama | Gajeuma / Kateuba |
Cara Memainkan | Dipukul |
Bahan Dasar | Kayu dan Kulit Hewan |
Digunakan Dalam | Acara Adat |
9. Aguang

Aguang adalah salah satu alat musik tradisional yang berasal dari Sumatera Barat. Alat musik pukul ini tidak hanya populer di Sumatera Barat, tetapi juga memiliki pengaruh yang meluas hingga ke wilayah Asia Tenggara dan Timur.
Bentuk alat musik aguang tidak beda jauh dari dengan gong yang biasa digunakan dalam budaya Madura, Jawa, Melayu, serta beberapa daerah lainnya, menjadikannya sebagai alat musik yang memiliki popularitas yang luas.
Nama | Aguang |
Cara Memainkan | Dipukul |
Bahan Dasar | Kuningan dan Logam |
Digunakan Dalam | Acara Adat |
10. Adok

Adok adalah alat musik tradisional Sumatera Barat, lebih tepatnya alat musik khas dari daerah Minangkabau. Alat musik ini termasuk dalam kelompok membranophone, di mana suaranya dihasilkan oleh getaran selaput tipis yang terbuat dari material tertentu. Bentuk alat musik adok menyerupai gendang dengan konstruksi berbentuk kerucut dengan diameter sekitar 30-50 cm.
Bagian depan instrumen ini dihasilkan dari selembar selaput yang terbuat dari bahan khusus, memberikan karakteristik bunyi khas saat dimainkan.
Nama | Adok |
Cara Memainkan | Dipukul |
Bahan Dasar | Kayu dan Kulit |
Digunakan Dalam | Acara Adat |
11. Pupuik Tanduak

Pupuik Tanduak atau Pupuik Batang Padi dalam budaya Sumatera Barat merupakan alat musik yang terbuat dari tanduk kerbau. Bentuk menyerupai terompet pada Pupuik Tanduak memberikan kemampuan instrumen ini untuk menghasilkan suara yang kuat dan tajam, sehingga tak mengherankan apabila suara yang dihasilkannya mampu merambat dalam jarak yang jauh.
Dalam tradisi tertentu, alat musik ini juga digunakan sebagai tanda peringatan untuk waktu sholat atau berbuka puasa. Proses pembuatan instrumen musik tradisional ini cukup sederhana. Pupuik Tanduak dimainkan dengan cara ditiup dengan teknik tertentu.
Nama | Pupuik Tanduak / Pupuik Batang Padi |
Cara Memainkan | Ditiup |
Bahan Dasar | Tanduk Kerbau |
Digunakan Dalam | Acara Adat |
12. Pupuik Batang Padi

Salah satu contoh alat musik tradisional dari Sumatera Barat adalah Pupuik Batang Padi. Sesuai dengan namanya, alat musik ini dirakit dari batang padi yang sudah mencapai usia tua atau telah memasuki tahap berbuku.
Di beberapa wilayah di Sumatera Barat, istilah “Pupuik” merujuk pada alat musik “Peluit”. alat musik tradisional ini sering dijumpai di daerah Agam, Sumatera Barat.
Nama | Pupuik Batang Padi |
Cara Memainkan | Ditiup |
Bahan Dasar | Batang Padi |
Digunakan Dalam | Acara Adat dan Seni Tradisional |
13. Bansi

Alat musik tradisional berikutnya dari Sumatera Barat yang akan kita bahas adalah Bansi. Bansi memiliki reputasi yang sangat terhormat di beberapa daerah di Sumatera Barat.
Bansi sering dijadikan pengiring dalam perayaan adat masyarakat Minang, termasuk upacara adat, pertunjukan seni, dan berbagai acara adat khas Minang.
Nama | Bansi |
Cara Memainkan | Ditiup |
Bahan Dasar | Kayu dan Bambu |
Digunakan Dalam | Acara Adat Minang |
14. Rabab

Alat musik tradisional Sumatera Barat berikutnya yaitu Rabab. Rabab merupakan jenis alat musik yang dimainkan dengan cara digesek. Ketika dilihat dan dimainkan, Rabab memiliki kemiripan dengan biola.
Selain itu, dikenal pula beberapa variasi Rabab seperti Rabab Darek, Rabab Piaman, dan Rabab Pasisie. Alat musik ini sering tampil dalam berbagai acara perayaan seperti upacara pernikahan, pertunjukan seni, acara budaya, dan lainnya.
Nama | Rabab |
Cara Memainkan | Dipetik |
Bahan Dasar | Kayu, Senar |
Digunakan Dalam | Pernikahan, Seni Budaya dan Pertunjukan Seni |
15. Talang Anau

Alat musik tradisional Sumatera Barat terakhir yaitu Talang Anau. Alat musik ini diyakini berasal dari Payakumbuh. Bentuk dan suara yang dihasilkan oleh Talang Anau mirip dengan alat musik Talempong. Tetapi, Talang Anau ini terbuat dari batu, memiliki ukuran yang lebih besar, dan dibentuk menjadi persegi panjang.
Meskipun jarang dimainkan, masyarakat Sumatera Barat tetap berusaha mempertahankan keberadaan instrumen musik Talang Anau.
Nama | Talang Anau |
Cara Memainkan | Dipukul |
Bahan Dasar | Batu |
Digunakan Dalam | Acara Adat |
Kesimpulan
Berikut informasi dari kampustua.com tentang nama alat musik tradisional Sumatera Barat lengkap dengan gambar, dan cara memainkannya. Semoga artikel ini bermanfaat!